HALAMAN DEPAN TENTANG KAMI KONSULTASI ARTIKEL HUBUNGI KAMI
Image 01 Image 01 Image 01 Image 01 Image 01 Image 01
Live Chat :
 
Buku Tamu
Hit Counter

KUMPULAN ARTIKEL

CARA MENDIDIK ANAK ABK

1. Cara membantu anak yang kesulitan belajar
Secara umum anak dengan kesulitan belajar dapat dibantu dengan cara :
a. Selalu mengubah strategi/cara mengajar dan menambah jumlah materi pembelajaran yang baru agar anak tidak cepat bosan
b. Mengutamakan ketekunan anak dalam mengerjakan sesutau daripada kecepatan menyelesaikan pekerjaan
c. Selalu menggunakan media untuk menjelaskan materi pembelajaran

d. Menciptakan kegiatan yang membuat anak bersemangat seperti kegiatan seni dan olah raga agar anak dapat selalu bergerak
e. Terus mengulang-ulang materi pembelajaran yang diberikan
f. Tempatkan siswa jauh dari jendela, pintu atau hal lain yang menarik perhatiannya karena anak cepat sekali berubah perhatiannya
g. Kurangi gangguan visual (benda2 bergerak, dll)
h. Selalu melibatkan anak secara aktif dalam proses pembelajaran

 

2. Cara membantu anak retardasi mental

Upaya yang dapat dilakukan pada anak retardasi mental antara lain :

a. Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan :

- Pendidikan kesehatan pada masyarakat
- Perbaikan keadaan sosio-ekonomi
- Perawatan pre-natal
- Pertolongan persalinan yang baik
- Mengurangi kehamilan pada wanita di bawah 20 tahun dan di atas 40 tahun

b. Latihan
- Mengajarkan keterampilan hidup (seperti makan, berpakaian, menjaga kebersihan badan)
- Melibatkan anak dalam pergaulan sosial dengan teman sebaya atau orang yang lebih tua

- Memberi kegiatan sesuai minat dan kebutuhan anak
- Memperkenalkan hal-hal yang baik dan tidak baik sejak usia dini

 

3. Cara membantu anak dengan kelainan fisik

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak dengan kelainan fisik, antara lain :
a. Bina Mandiri :
Kenali kondisi anak. Kondisi anak dapat dikenali dengan melakukan diagnosa dan perawatan yang tepat. Dengan mengenali kondisi anak, guru dapat menentukan perlakuan yang tepat sesuai kekurangan pada fisik anak.
Bersikap positif. Selalu memberi dukungan dan pengertian pada anak tetapi tidak memberi harapan palsu.
Selalu memberi cinta. Cinta dan kasih sayang orang di sekeliling menjadi kekuatan terbesar bagi anak untuk mengatasi kekurangannya. Tunjukkan rasa cinta tanpa pamrih melalui pelukan, ciuman, genggaman tangan, meluangkan waktu untuk meberi bantuan.
Menghadirkan keadaan normal. Selalu menciptakan kegiatan yang normal. Kegiatan yang disusun tidak terlalu memanjakan atau melindungi anak, karena akan menghambat perkembangan anak.
Selalu menghargai anak melalui kata-kata maupun tindakan. Memberitahu kelebihan anak yang dapat digunakan untuk menghadapi permasalahan anak.
Memberikan fasilitas berupa berbagai alat bantu untuk menambah dan mempermudah anak beraktivitas.
Membantu anak berinteraksi. Bagaimana menghadapi dan menerima kehadiran anak lain. Melibatkan anak secara aktif pada berbagai kegiatan.
b. Rehabilitasi medik :
Fisioterapi : relaksasi, terapi manipulasi, latihan keseimbangan, latihan koordinasi, latihan mobilisasi, latihan ambulasi dan latihan Bobath dengan

teknik inhibisi, fasilitasi dan stimulasi latihan dapat diberikan ditempat tidur, di gymnasium, di kolam renang.
Terapi Okupasi :
o Latihan diberikan dalam bentuk aktifitas permainan, dengan menggunakan plastisin, manik-manik, puzzle; dengan berbagai bentuk gerakan, ketepatan arah, permainan yang memerlukan keberanian.
o Aktifitas kehidupan sehari-hari : berpakaian, makan minum, penggunaan alat perkakas rumah tangga dan aktifitas belajar.
o Seni dan ketrampilan : menggunting, menusuk, melipat, menempel dan mengamplas.
Terapi Wicara : pada anak dengan gangguan komunikasi/bicara dengan latihan dalam bahasa pasif : anggota tubuh, benda-benda di dalam/diluar rumah dan disekolah dan dalam bahasa konsonan, suku kata, kata, kalimat. dengan pengucapan huruf hidup/voval,
Terapi Musik : tujuannya menumbuhkembangkan potensi-potensi pada anak yang berkelainan baik fisik, mental intelektual maupun sosial emosional sehingga mereka akan berkembang menjadi percaya diri sendiri. Pelayanan tersebut dengan cara melatih : ritme, nada dan irama, interfal, tarian, drama, cerita, senam, pengenalan alat musik, pengenalan lagu, latihan baca sajak/puisi.
Psikolog : pemeriksaan kecerdasan, psikoterapi, edukasi pada orang tua dan keluarga agar dapat menghadapi anak dengan kelainan tersebut.
Sosial Medik : memberikan pelayanan mencari data keluarga, sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan tempat tinggal, dsb. Yang dapat bermanfaat bagi para dokter dan terapis dalam menyusun program rehabilitasi. Selain itu pelayanan yang berhubungan dengan Yayasan-yayasan sosial lainnya, Kantor Departemen sosial, Rumah sakit, Sekolah, sehingga dapat terjalin hubungan erat dengan berbagai instansi yang sangat penting untuk keberhasilan program rehabilitasi .

Ortotik Prostetik : memberikan pelayanan pembuatan alat-alat bantu; misal brace, tongkat ketiak, kaki tiruan, kursi roda.

 

4. Cara membantu anak dengan hambatan berbicara dan bahasa

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak dengan hambatan bicara dan bahasa adalah :

a. Tidak menuntut anak untuk berbicara menggunakan tata bahasa yang benar. Yang utama adalah menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan untuk anak berlatih bicara.
b. Saat mengajak anak berbicara, hindari hal-hal lain yang mungkin dapat mengganggu, seperti radio dan televisi yang menyala.
c. Tidak terlalu banyak melakukan kritikan atas bicara dan bahasa anak, sehingga anak tidak tertekan ketika berbicara dan berbahasa.
d. Ijinkan anak untuk berhenti bicara jika anak merasa tidak nyaman.
e. Jangan meminta anak untuk mengulangi ucapannya.
f. Orang dewasa harus berbicara dengan pelan dan jelas pada anak agar dapat ditangkap dan dicontoh maksudnya.
g. Biarkan anak berbicara dan mengucapkan kalimatnya sampai selesai, jangan pernah dipotong pembicaraannya.
h. Menatap mata anak ketika berbicara dan tidak menunjukkan kekecawaan atas proses bicara dan berbahasa anak.
i. Terus melatih anak dengan memberikan contoh yang baik dan selalu berbicara dengan jelas.

 

5. Cara membantu anak dengan gangguan penglihatan

Berikut beberapa cara untuk membantu anak dengan gangguan penglihatan, antara lain :
a. Karena anak-anak yang buta tidak dapat menangkap informasi melalui penglihatan mereka, guru harus menggunakan indra pendengar, peraba, pengecap, dan pembau saat menyampaikan pelajaran. Guru harus semaksimal mungkin menggunakan kesempatan mengajar melalui indera-

indera tersebut. Guru harus dapat melibat semua indera untuk membantu indera penglihatan.
b. Guru sebaiknya mengingat bahwa humor dan intonasi suara merupakan hal yang penting ketika mengajar anak yang memiliki kelemahan pada penglihatan ini.
c. Penjelasan verbal yang diberikan guru harus jelas dan tidak berbelit-belit. Guru harus spesifik dalam memberikan perintah atau meminta tanggapan. Hindarilah penjelasan atau pertanyaan yang tidak jelas.
d. Karena beberapa anak yang memiliki kelemahan dalam penglihatan menggunakan braille, harus disediakan semua bahan pembelajaran dalam bentuk braille.
e. Guru harus menggunakan musik yang dapat memberikan rasa aman, merangsang pikiran, dan membantu murid yang buta untuk membangun konsep pebelajaran. Musik juga dapat memberikan kesempatan pertumbuhan mental, spiritual, dan sosial.
f. Krayon, kertas, pensil, tanah liat, dan cat air semuanya dapat membantu anak yang memiliki kelemahan pada penglihatan untuk mengekspresikan emosi mereka. Bantulah mereka untuk mengekspresikannya melalui seni dan keterampilan. Meskipun untuk melakukannya mereka membutuhkan bimbingan yang lebih daripada anak-anak lain.
g. Bermain peran membantu anak mengingat peristiwa, ide-ide, dan situasi. Kegiatan ini juga dapat membantu mereka mengingat kejadian-kejadian di rumah mereka dan situasi lainnya. Berbagai pengalaman dapat diperagakan, bahkan pengalaman-pengalaman dari situasi nyata yang dialami oleh anak.

 

6. Cara membantu anak dengan gangguan pendengaran

Pada gangguan pendengaran, anak dapat dibantu dengan :
a. Menjelaskan setiap kegiatan yang dilakukan, mengapa dilakukan dan harus diselesaikan dengan visual suport.
b. Selalu menggunakan gambar dan tulisan untuk menjelaskan suatu objek, konsep, dan bahasa.

c. Menjelaskan hal-hal yang dilihat selama dalam perjalanan atau yang menarik perhatian anak.
d. Berbicara dengan jelas, tepat, dan dalam tekanan yang normal pada anak.
e. Tunjukkan ekspresi yang jelas untuk mewakili apa yang dibicarakan agar anak dapat membaca mimik dan bibir sehingga dapat mengerti maksud pembicaraan.

 

7. Cara membantu anak unggul dan berbakat istimewa

Cara membantu anak berbakat diantaranya adalah :
a. Menyusun materi pembelajaran yang selalu menantang bagi anak karena jika terlalu mudah anak akan cenderung cepat bosan dan membuat keributan.
b. Tidak terlalu sering mengulang materi yang sama sehingga anak tidak merasa jenuh.
c. Merancang model-model pembelajaran yang menghargai sumbangan pemikiran siswa.
d. Pembelajaran harus berbasis pada anak, bahwa setiap anak memiliki kecepatan yang berbeda, makan harus diperlakukan berbeda pula sesuai tingkat kemampuannya.

 

8. Cara membantu anak dengan gangguan spektrum autis

Anak dengan gangguan spektrum autis dapat dibantu dengan cara :
a. Menciptakan lingkungan yang mendorong semangat belajar. Sediakan berbagai macam kesempatan sehingga mereka lebih senang belajar, misalnya dengan menyediakan benda-benda seperti puzzle sampai melukis di komputer. Hal ini penting untuk merangsang keingintahuan mereka.
b. Menyediakan kehidupan dan lingkungan yang kondusif. Hal ini merupakan dasar yang kuat untuk membantu mempelajari kehidupan di sekolah maupun di rumah. Termasuk kesempatan anak mendapat tidur yang cukup dan makan teratur dengan gizi cukup. Batasi televisi dan video game agar waktu mereka tidak tersita oleh hal-hal yang tidak bermanfaat.

c. Memberi contoh mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Tunjukkan kepada anak-anak bagaimana menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan pengorganisasian seperti tabel tugas, kalender, buku catatan, binder dan tas punggung.
d. Ajari mereka kemampuan belajar efektif. Dorong mereka agar memiliki waktu rutin untuk belajar dengan menyediakan tempat belajar yang bebas dari gangguan.
e. Dorong anak selalu berpartisipasi dalam kelas yang akan meningkatkan keinginan mereka dalam belajar.
f. Tunjukkan ketertarikan mendengarkan cerita mereka dengan bertanya apa yang telah mereka lakukan. Perbincangkan mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan kesukaan anak. Jika terjadi masalah, coba cari pemecahannya bersama anak.

 
 
 
 
Copyright 2012 KAFINSCHOOL.COM displayed by speedcomm